Ada3 macam shalat dhuha,jadi anda tinggal pilih yang mana,yang 1,apa yang 2, atau yang 3.diteruskan doa. Untuk doa disini bebas,anda berdoa mau minta apa anda yakin dan sungguh-sungguh,dan cepat atau lambat apa yang anda harapkan akan dikabulkan sam allah. WahaiDzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.". 7. Doa agar Allah Menambah Rezeki Keluarga. Bukharino. 56). Hadits ini menunjukkan bahwa mencari nafkah bisa mendapat pahala jika diniatkan dengan ikhlas untuk meraih ridha Allah. Namun jika itu hanya aktivitas harian semata, atau yakin itu hanya sekedar kewajiban suami, belum tentu berbuah pahala. Memberi nafkah termasuk sedekah. Sedekah itu kaya akan kebaikan dan pahala untuk diri sendiri dan keluarga." " Tak perduli dimana pun kita berada, keluarga tetap selalu mendoakan untuk kebaikan agar kita dijauhkan dari keburukan." " Tuhan, terima kasih Engkau telah memberi kami rezeki yang luas, halal dan baik serta tidak memberatkan bagi keluarga kami." ALORSETAR - Sultan Kedah, Sultan Sallehuddin Sultan Badlishah menyeru semua ketua keluarga terutamanya suami berusaha mencari rezeki yang halal untuk anak-anak dan isteri kerana setiap makanan ViralIbu-ibu Marah-marah di Kereta Api Tak Mau Turun. Kurma kemudian dilirik oleh sejumlah konten kreator lainnya dan mengajaknya untuk bekerja sama. Alhasil tanpa diduga dirinya bisa mendapatkan penghasilan yang fantastis yakni berkisar Rp 2 juta hingga Rp 10 juta per hari. Halalfood atau makanan halal. Bisa diartikan bentuknya. Bisa juga diartikan caranya. Dari segi bentuknya, sesuai ajaran agama Islam, umat Islam dilarang makan darah, bangkai, babi, anjing, keturunan dari keduanya (babi dan anjing meskipun bentuknya seperti kambing), binatang buas yang memangsa dengan taring dan kukunya, bangkai, binatang yang disembelih tanpa nama Allah, mati terjepit atau Tanpaharus membagi perhatian dan rezeki kepada wanita yang tidak halal untuknya. Ia tidak akan pernah menyakiti istri yang disayanginya tersebut. Hal ini inilah yang akan membuat rezeki suami tersebut menjadi lancar. Demikianlah beberapa alasan rezeki suami akan lancar apabila sayang terhadap istrinya. Akantetapi, sebelum semua itu terjadi, sayang keluarga dari sisi ekonomi itu sepatutnya dimulai dengan mengupayakan rejeki yang halal bagi nafkah keluarga. Keberkahan yang memungkinkan keluarhga untuk senantiasa berada dalam penjagaan ekstra dari Allah SWT. dan apabila Allah SWT adalah pelindung keluarga kita, tak ada jumlah uang yang DaripadaAbu Hurairah Radiallahu Anhu, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam bersabda yang bermaksud: Barangsiapa mencari rezeki halal untuk menjaga diri daripada meminta-minta, dan dengan tujuan memenuhi nafkah keluarga, serta supaya dapat membantu tetangganya, nescaya dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat dengan wajahnya bagaikan Gx3o. Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Mencari Rezeki / Nafkah Bagi Keluarga FAEDAH MENCARI NAFKAH UNTUK KELUARGA ADALAH AMALAN YANG PAHALANYA BESARโ–ซ๏ธ Ka'ab bin 'Ujroh radhiyallahu 'anhu berkata, ู…ุฑู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ุฑุฌู„ูŒ ูุฑุฃูŽู‰ ุฃุตุญุงุจู ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ู…ู† ุฌู„ูŽุฏูู‡ ูˆู†ุดุงุทูู‡ ูู‚ุงู„ูˆุง ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ู„ูˆ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ููŠ ุณุจูŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ุฅู† ูƒุงู† ุฎุฑุฌ ูŠุณุนูŽู‰ ุนู„ู‰ ูˆู„ุฏูู‡ ุตูุบุงุฑู‹ุง ูู‡ูˆ ููŠ ุณุจูŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฎุฑุฌ ูŠุณุนูŽู‰ ุนู„ู‰ ุฃุจูˆูŽูŠู’ู† ุดูŠุฎูŽูŠู’ู† ูƒุจูŠุฑูŽูŠู’ู† ูู‡ูˆ ููŠ ุณุจูŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฎุฑุฌ ูŠุณุนูŽู‰ ุนู„ู‰ ู†ูุณูู‡ ูŠุนูู‘ูู‡ุง ูู‡ูˆ ููŠ ุณุจูŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฎุฑุฌ ูŠุณุนูŽู‰ ุฑูŠุงุกู‹ ูˆู…ููุงุฎูŽุฑุฉู‹ ูู‡ูˆ ููŠ ุณุจูŠู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠุทุงู†ู "Ada seseorang yang lewat di hadapan Nabi Muhammad ๏ทบ, saat melihat kekuatan dan semangat yang terpancar dari orang itu, para sahabat yang sedang bersama Nabi mengatakan, 'Wahai Rasulullah, seandainya kekuatan orang itu digunakannya di jalan Allah tentu sangat luar biasa.'โ€ข Maka Rasulullah ๏ทบ memberikan penjelasan,'Seandainya keberangkatannya itu untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka dia fi sabilillah di jalan Allah. Atau jika berangkatnya dia itu untuk memberi nafkah untuk kedua orang tuanya yang telah renta, maka dia juga fi sabilillah. Jika dia berangkat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu juga fi sabilillah. Namun jika dia pergi bekerja itu dalam rangka untuk pamer dan berbangga diri, maka dia di jalannya setan.'" SHAHIH LI GHAIRIHI Shahih at-Targhib, 1959 Ath-Thabrani al-Kabir, XIX/129Menerangkan riwayat ini, Imam ash-Shan'ani rahimahullah berkata, ูุฃุจุงู† - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ุฃู† ู…ู† ุฎุฑุฌ ูŠูƒุณุจ ู„ูˆุงุฌุจ ุฃูˆ ู…ู†ุฏูˆุจ ูู‡ูˆ ู…ุฃุฌูˆุฑ ุฃุฌุฑ ุงู„ู…ุฌุงู‡ุฏ"Rasulullah ๏ทบ menerangkan dalam hadits ini bahwa orang yang pergi bekerja untuk menjalankan kewajibannya mencari nafkah atau untuk mencapai amalan yang sunnah dengan usahanya tersebut maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad." At-Tanwir, IV/242Maka dari itu, seharusnya para suami ataupun seorang anak yang telah bekerja, memiliki semangat untuk menjalani pekerjaannya, dia ingatkan dirinya, bahwa kegiatan yang dijalaninya tersebut adalah ibadah besar yang senilai dengan berjihad di jalan tentu, semangat bekerja dan mencari nafkah yang kita maksudkan ini ialah semangat yang tetap sejalan dengan bimbingan agama. Hanya bekerja pada pekerjaan yang halal dan tetap menjaga kewajibannya sehari-hari seperti shalat lima waktu. Menurut sebagian ulama, bekerja untuk mencarikan nafkah keluarga itu pahalanya lebih besar dari jihad yang hukumnya sunnah. Di antara ulama yang berpendapat demikian ialahโ–ช๏ธ Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah. Beliau pernah berkata,ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ูŽุนู ู…ูŽูˆู‚ูุนูŽ ุงู„ูƒูŽุณู’ุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุนููŠูŽุงู„ู ุดูŽูŠู’ุกูŒุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู."Tidak ada satu amalan pun yang setara dengan amalan mencari nafkah untuk keluarga, walau dibandingkan dengan jihad fi sabilillah." Siyar Aโ€™lam an-Nubala, VIII/399โ–ช๏ธ Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memiliki pernyataan yang hampir mirip dengan ucapan Ibnul Mubarak di atas, di mana beliau mengatakan, ุฅู† ุทู„ุจ ุงู„ุญู„ุงู„ ูˆุงู„ู†ูู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุนูŠุงู„ ุจุงุจ ุนุธูŠู… ู„ุง ูŠุนุฏู„ู‡ ุดูŠุก ู…ู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุจุฑ."Sesungguhnya mencari rizki yang halal dan memberi nafkah untuk keluarga merupakan amalan agung yang tidak ada satu pun amalan-amalan kebaikan yang bisa menandinginya." Syarah Hadits Jibril, hlm. 609โœ๏ธ - Jalur Masjid Agung Kota Raja- Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits ke 16 Kitab al-Jami' dari Bulughul Maram] ๐Ÿ–ฅ Mencari rezeki menjadi kewajiban setiap orang. Umumnya, orang akan bekerja setiap hari untuk mendapatkan rezeki. Hal yang harus dipahami adalah rezeki tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, namun juga sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT. Dalam Islam, rezeki yang halal merupakan sebuah keutamaan. Namun, halal saja tidaklah cukup melainkan juga harus berkah. Ingin tahu bagaimana ciri-ciri dan pengertian rezeki halal dan berkah? Simak ulasan lengkapnya pada pembahasan berikut. Pengertian Rezeki yang Halal dan Berkah Rasulullah mengajarkan kepada sekalian umatnya untuk mencari rezeki yang halal dan berkah. Tidak semua rezeki yang diperoleh manusia itu halal. Sehingga, mereka harus benar-benar berhati-hati dalam mencari dan menggunakannya. Rezeki yang halal adalah rezeki yang diperoleh dengan cara-cara sesuai ajaran Islam, kemudian diolah dan dipergunakan dengan baik-baik. Dalam artian tidak dari hasil kejahatan, pencurian atau perbuatan lainnya yang melanggar hak orang lain. Jika rezeki yang didapat akan dimakan, maka proses mengolahnya juga harus baik. Pemilihan bahan harus halal dan bergizi sesuai syariat Islam. Meskipun makanan bergizi, jika Anda menambahkan minyak babi ke dalamnya, maka itu akan menjadi haram. Termasuk cara menggunakannya, jika misalnya rezeki yang diperoleh digunakan untuk kejahatan dan keburukan, maka kehalalannya menjadi hilang. Oleh karena itu, penggunaan rezeki yang berasal dari Allah harus benar-benar diperhatikan. Sedangkan rezeki yang berkah adalah rezeki yang senantiasa membawa kebaikan kepada pemiliknya maupun orang lain. Semakin digunakan untuk kebaikan, rezeki yang didapat juga akan semakin bertambah sesuai dengan janji Allah kepada sekalian hamba-Nya yang mau bersyukur. Jadi Rezeki yang halal dan berkah adalah hal yang harus selalu kita uasahakan. Cara Mendapatkan Rezeki yang Halal dan Berkah sesuai Ajaran Nabi Islam senantiasa memberikan tuntunan kepada manusia mengenai semua perbuatan, termasuk tata cara mendapatkan rezeki yang halal dan berkah. Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, berikut adalah beberapa cara mendapatkannya 1. Bersungguh-Sungguh dalam Bekerja Jalan utama untuk mendapatkan rezeki yang halal dan berkah adalah bekerja sungguh-sungguh. Tentu saja harus dipenuhi rasa tanggung jawab yang tinggi dan mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah Hadis riwayat Ad-Dailami disebutkan bahwa โ€œSungguh Allah amat senang menyaksikan hamba-Nya kelelahan bersusah payah di dalam mencari rezeki yang halalโ€, sabda Rasulullah. 2. Jauhilah Semua Perkara yang Haram Kunci penting selanjutnya yang harus dijauhi agar mendapatkan rezeki yang halal dan berkah adalah menjauhi perkara haram. Tidak hanya menjauhi pekerjaan haram, namun juga harus menjauhi perbuatan dosa. Hal ini disebabkan karena dosa dapat menghalangi pintu rezeki seseorang. Jangan sampi kita terjebak pada perkara haram yang bisa menjerumuskan ke dalam api neraka. Selain menjauhi perkara yang haram, umat Islam juga harus menjauhi perkara subhat. Subhat adalah sesuatu yang belum jelas halal haramnya atau masih dalam perdebatan. Dalam sebuah Hadis Nabi riwayat Al-Tirmidzi disebutkan โ€œโ€ฆ.diharamkan rezeki bagi seorang laki-laki lantaran dosa yang ia perbuatโ€, sabda Rasulullah. 3. Meminta Rezeki kepada Allah SWT Rezeki yang halal dan berkah sesungguhnya berasal dari Allah. Oleh karena itu, mintalah rezeki hanya kepada-Nya. Ucapkan dalam doa tentang apa saja yang Anda inginkan. Karena sejatinya, tidak ada satu manusia pun yang dapat memberikan pertolongan kecuali Allah SWT. Dalam hal ini, Rasullullah pernah bersabda dalam sebuah Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi โ€ Barang siapa tertimpa suatu kemiskinan, lalu mengadukan hal tersebut kepada sesama manusia, maka kemiskinan tersebut tidak akan pernah tertutupi. Akan tetapi, barang siapa yang mengadukan hal tersebut kepada Allah, maka Allah akan memberikan rezeki kepadanya, cepat atau lambat โ€. 4. Memberikan Sebagian Harta Kepada yang Berhak Menerimanya Dalam setiap harta manusia, ada hak orang lain yang harus diberikan. Oleh karena itu, agar mendapatkan rezeki yang halal dan berkah, berikan sebagian harta tersebut kepada yang memiliki hak atasnya. Dengan begitu, Allah akan semakin mencukupi dan melapangkan rezeki hamba-Nya. Berbagi rezeki juga memberikan kebahagiaan dalam dari serta menumbuhkan mental kaya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk bersedekah. Misalnya dengan membayar zakat mal, memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, hingga menyumbangkan sebagian rezeki untuk pembangunan masjid, madrasah dan lain sebagainya. Dalam sebuah Hadis ditegaskan bahwa Allah menjamin orang yang bersedekah hartanya tidak akan berkurang sedikitpun. Bahkan, jika seseorang menutup-nutupi apa yang dimiliki, maka pintu kemiskinan akan dibuka untuknya. 5. Sabar dan Tawakal Cara mendapatkan rezeki yang halal dan berkah berikutnya adalah dengan sabar dan tawakal dalam segala keadaan. Salah satu ciri rezeki yang tidak berkah adalah selalu merasa kurang atas apa yang diberikan oleh Allah. Sehingga, hidupnya pun cenderung tidak tenang. Dengan sabar dan tawakal, Allah akan melimpahkan rezeki yang tak terkira kepada hamba-Nya. Dalam sebuah riwayat disebutkan, โ€œApabila Kalian tawakal kepada Allah dengan penuh kesungguhan, maka Allah pasti memberikan rezeki kepada Kalian. Seperti ia telah memberikan rezeki kepada burung yang berangkat saat petang dengan perut kosong kemudian kembali ke sarangnya dalam keadaan perut kenyangโ€. Bentuk-Bentuk Rezeki yang Halal dan Berkah Rezeki yang halal dan berkah dari Allah tidak hanya berupa materi. Ada banyak wujudnya yang membuat umat Islam merasa tenang dan penuh maslahah. Di antaranya adalah pertolongan Allah saat hamba-Nya mendapat masalah atau kesulitan. Allah juga memberikan rezeki yang halal dan berkah dalam bentuk keberuntungan, kenikmatan dan kebahagiaan kepada hamba-Nya. Misalnya kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga dan keluarga. Sehingga, dalam hatinya selalu muncul perasaan nyaman dan damai. Ada kalanya Allah memberikan rezeki yang halal dan berkah dengan berlebih. Dimana rezeki tersebut memiliki manfaat yang banyak. Bahkan, tidak jarang Allah memberikan kemuliaan kepada hamba-Nya. Sehingga, ia disegani dan dihormati dalam kehidupan ini. Pengertian rezeki yang halal dan berkah memang terbilang luas. Umat Islam sebaiknya mengutamakan pekerjaan yang halal, makanan yang halal dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan rezeki yang halal dan berkah membawa seseorang kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Marilah kita mendengar dan memahami serta beramal dengan petunjuk Allah SWT di dalam al-Quran berkaitan rezeki yang dikurniakan kepada kita di dunia ini berdasarkan Firman Allah "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari benda-benda yang baik yang halal yang telah Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadaNya." Al-Baqarah 172 Yang dimaksudkan dengan memakan rezeki yang halal ialah mengambil manfaat daripada rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, bukan sahaja dalam soal makan, minum, pakaian, tempat tinggal termasuk juga kenderaan yang perkara yang digunakan itu mestilah diambil daripada rezeki halal dan diizinkan oleh Allah SWT. Dengan lain pengertian, bukan sahaja rezeki itu daripada bahan-bahan halal tetapi perlu memastikan daripada sumber-sumber halal dan dimanfaatkan dengan cara yang diizinkan oleh Allah SWT. Perkara ini dijelaskan oleh sabda Rasulullah Daripada Abu Hurairah katanya "Sabda Rasulullah Wahai manusia! Sesungguhnya Allah SWT itu baik, Dia tidak menerima melainkan yang baik. Allah memerintah orang-orang yang beriman sahaja dengan apa yang diperintahkan kepada rasul-Nya. Firman Allah SWT "Wahai rasul-rasul, makanlah kamu daripada yang baik lagi halal dan beramallah kamu dengan amal yang soleh, sesungguhnya Aku amat mengetahui apa yang kamu kerjakan." Al-Mukminun 51. Dan firman Allah SWT "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kamu yang halal yang Aku rezekikan kepada kamu." Al-Baqarah 172. Kemudian Rasulullah menceritakan seorang lelaki yang terlalu banyak musafirnya sehingga kusut masai rambutnya, berdebu pakaiannya. Lelaki itu berdoa kepada Allah "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan sejak kecil lagi dia diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimana Allah akan memperkenankan doanya?" Riwayat Muslim Ini menunjukkan perkara yang halal sangat mempengaruhi kehidupan di dunia ini dan hubungan dengan Allah SWT dari kehidupan dunia sampai akhirat. Bukan sahaja dimasukkan ke dalam syurga bagi mereka yang mengambil dan menggunakan yang halal dan dimasukkan ke dalam neraka bagi mereka yang menggunakan yang haram, bahkan mereka akan menjalani kehidupan dunia dalam keadaan yang tidak berkat serta mendapat kutukan Allah. Yang dimaksudkan mengambil yang haram itu ialah mengambil harta dengan cara yang tidak diizin oleh Allah sama ada mencuri, merompak, menyamun, menipu, rasuah dan lain-lain lagi, termasuk mengambil harta sesama manusia dengan cara yang tidak diizinkan oleh syarak. Itulah perkara-perkara yang haram yang dinyatakan oleh Allah SWT, bukan sahaja mengambil makanan dengan cara mencuri adalah haram di sisi Allah sepertimana meminum arak. Maka begitu juga mengambil barang milik orang lain dengan cara yang tidak betul, termasuk juga menggunakan kenderaan dan rumah dengam sumber yang haram, termasuk juga tanah-tanah yang diambil, duit yang diambil dengan cara yang tidak halal, membahagi harta pusaka dengan cara yang tidak betul, semua yang diambil adalah haram di sisi Allah dan diberi amaran keras oleh Rasulullah Amaran oleh Allah SWT kepada mereka yang memakan makanan yang haram, makanan yang diambil dengan harta yang haram, minuman yang haram atau minuman yang dibeli dengan harta yang haram, semuanya itu akan menjadi umpan api neraka dalam perut mereka. Termasuklah mereka yang memakai pakaian dengan cara dan gaya yang haram juga akan menjadi umpan api neraka kepadanya pada hari kiamat. Begitu juga kepada mereka yang mengambil tanah orang lain dengan cara yang haram. Ini bukannya satu perkara yang boleh dipermain-mainkan, termasuklah mereka yang cerdik pandai dan bijak, mencari rezeki secara rasuah. Sabda Rasulullah "Allah melaknat orang yang memberi rasuah dan orang yang menerimanya. " Dalam hadis yang lain, sabda Rasulullah "Orang yang memberi rasuah dan menerima rasuah semuanya di dalam neraka." Begitulah amaran yang keras daripada Nabi Rasuah bukan sahaja untuk mendapat sesuatu tetapi termasuklah untuk mendapat pengaruh seperti melantik pemimpin-pemimpin melalui rasuah sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Bani Izrail yang memilih pemimpin-pemimpin yang memberi rasuah kepada mereka. Maka pemimpin itu akan bersama dengan para pengikutnya di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka mengambil apa sahaja dengan tidak mengikut petunjuk daripada Allah SWT tetapi mengikut selera hawa nafsunya. Marilah kita menyelamatkan diri kita dengan agama. Firman Allah "Dan janganlah kamu makan atau mengambil harta orang-orang lain di antara kamu dengan jalan yang salah dan jangan pula kamu menghulurkan harta kamu memberi rasuah kepada hakim-hakim kerana hendak memakan atau mengambil sebahagian dari harta manusia dengan berbuat dosa padahal kamu mengetahui salahnya. Al-Baqarah 188. Marilah kita berpegang dengan petunjuk yang ditunjukkan oleh Allah serta petunjuk yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad terutamanya pada zaman manusia yang mabuk dengan keduniaan, kemewahan Allah SWT telah berfirman "Kemudian setelah selesai sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi untuk menjalankan urusan-urusan masing-masing dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak dalam segala keadaan, supaya kamu berjaya di dunia dan di akhirat." Surah Al Jumu'ah Ayat 10. Seberapa banyak pun rezeki yang kita cari dan perolehi di dunia ini tidaklah menjadi larangan di dalam Islam asalkan jangan sampai mencuaikan perintah Allah SWT dan melanggar larangan-larangan Allah kita itu sebenarnya adalah hak Allah SWT dan Allah Taala Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang sahajalah yang mengurniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya mengikut aturan yang telah ditetapkan. Oleh itu, seseorang yang mencari rezeki itu hendaklah berniat untuk memelihara agamanya untuk mencukupi dirinya supaya tidak meminta-minta kepada orang lain dan untuk mendapatkan rezeki ahli rumah tangganya kemudian jika ada lebih disedekahkan pula kepada orang-orang yang berhajat. Semua bidang pekerjaan yang kita ceburi di dunia ini sama ada kita berkhidmat dengan kerajaan mahupun swasta atau sebagai peniaga, petani, nelayan, buruh dan sebagainya hendaknya memastikan bahawa rezeki yang kita dapatkan itu betul-betul halal dan tidak menyimpang dari landasan hukum Islam yang sebenarnya, seperti tidak ada penipuan, penindasan, rampasan, khianat, riba, rasuah dan sebagainya. Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadis Baginda yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari yang bermaksud "Dari Abi Hurairah ra telah berkata ia Nabi saw bersabda Akan ada suatu zaman pada umat manusia yang seseorang itu tidak lagi mempedulikan apa yang diambilnya rezeki yang diterima olehnya apakah dari yang halal atau dari yang haram." Setiap rezeki yang kita perolehi dari jalan yang salah ataupun bercampur antara yang halal dengan yang haram akan memberi kesan yang tidak baik, baik pada diri kita sendiri, keluarga, masyarakat mahupun kita dengan Allah SWT. Ini jelas digambarkan dalam hadis Nabi yang bermaksud "Dari Ibnu Umar ra katanya Barang siapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham, satu dirham di antaranya wang yang haram, maka Allah Taala tidak akan menerima salatnya selama pakaian itu masih dipakainya. Kemudian Ibnu Umar memasukkan kedua jarinya ke dalam dua telinganya, lalu berkata Biarkanlah telinga ini tuli kalau tidak mahu mendengarkan kata-kata dari Nabi saw ini." Hadis riwayat dari Imam Al-Bukhari. Kita wajiblah berhati-hati dalam mencari dan mendapatkan rezeki, apalah gunanya kita mempunyai kekayaan di dunia ini tetapi segala ibadat dan amal bakti kita kepada Allah SWT tidak diredai-Nya, disebabkan kita terlalu rakus di dalam mencari harta hingga mencampur-adukkan antara yang hak dan yang batil. Nauzubillah Minzalik. Semasa Sayidina Abu Bakar ra menjadi khalifah pernah terjadi suatu peristiwa terhadap dirinya yang boleh dijadikan iktibar dan panduan kepada kita selaku hamba Allah yang sangat daif ini, iaitu ketika Sayidina Abu Bakar ra makan suatu makanan, lalu hambanya memberitahu bahawa makanan yang dimakannya itu adalah hasil yang diterimanya daripada pekerjaannya sebagai tukang tilik, sebelum dia masuk Islam. Lantas Sayidina Abu Bakar ra mengeluarkan makanan tersebut seberapa yang boleh hinggakan memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perutnya, lalu ditegur, mengapa Sayidina Abu Bakar ra sanggup berusaha mengeluarkan makanan tersebut, Sayidina Abu Bakar berkata bahawa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda Badan yang tumbuh subur dengan makanan yang haram pasti akan merasai api Neraka. Oleh kerana itu aku memaksa makanan itu keluar, takut kalau-kalau ia menyuburkan badanku. Begitulah kisahnya tentang Sayidina Abu Bakar yang sangat teliti tentang halal haramnya rezeki yang dimakannya. Oleh yang demikian wahai kaum Muslimin sekalian selaku pengguna dan juga peniaga dan sebagainya, kita hendaklah berhati-hati dalam mencari rezeki ini, jangan sampai kita tercebur kepada perkara yang haram seperti memakan makanan yang haram ataupun menjual barang-barang yang haram dan diragukan kehalalannya. Hindarkanlah diri kita dari memakan makanan yang haram itu kerana orang yang memakan makanan yang haram itu api Neraka lebih utama baginya sebagaimana sabda Nabi yang bermaksud "Tidak akan memasuki Syurga, daging yang tumbuh daripada yang haram, api Neraka lebih utama baginya." Riwayat Al-Imam Ahmad. Firman Allah SWT "Oleh itu, makanlah wahai orang-orang yang beriman dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik dan bersyukurlah, jika benar kamu hanya menyembah-Nya semata-mata." Surah An-Nahl Ayat 114